Dalam postingan ini gue ingin membicarakan tentang pentinganya penggunaan judul yang SEO friendly (H1, H2, H3) dan cara yang benar untuk menggunakannya.
Ooops, Anda belum punya blog? Coba download eBook Panduan Membuat Blog WordPress dari Saya.
Pola Coding Pada Theme WordPress
Bila loe engga familiar dengan theme WordPress, sebaiknya mulai sekarang loe perhatikan file-file pada theme yang loe gunakan. Halaman-halaman blog dibuat melalui sebuah hubungan dari file-file PHP dengan nama standar (index.php, archive.php, single.php) dengan templates yang berbeda dari suatu theme, berdasarkan tipe kontennya.
File index.php biasanya digunakan untuk halaman depan, yang juga dapat digunakan untuk menggantikan template lain yang belum didefinisikan. Jadi bila loe belum punya template untuk search results (search.php), file index akan melakukan take over dan membuat halaman search results loe.
Setiap template mengandung kode-kode yang saling berkaitan satu sama lain sehingga membentuk theme secara utuh. Yang sering digunakan adalah header.php, sidebar.php dan footer.php.
Untuk sekarang, kita batasi bahasan kita pada file-file berikut ini dalam folder theme loe:
- header.php
- index.php
- single.php
- page.php (tidak semua theme memiliki)
- archieve.php, search.php (tidak semua theme memiliki)
Optimisasi File Header
Meletakkan keyword utama pada bagian atas halaman loe adalah hal yang sangat penting.
Mengingat fakta bahwa kebanyakan theme menggunakan logo berupa teks bukan berupa gambar, maka untuk menyiasati hal ini kita akan mencari tag <h1> dalam file header.php.
Jika loe perhatikan, pada theme default WordPress akan ditemukan beberapa kode, pada bagian mendekati akhir file:
<h1><a href="<?php echo get_option('home'); ?>/"><?php bloginfo('name'); ?></a></h1>
<div class="description"><?php bloginfo('description'); ?></div>
Baris pertama menampilkan judul blog dengan mengarahkan link kepada homepage, dalam tag <h1>.
Baris kedua menampilkan deskripsi blog loe.
H1 adalah style heading terpenting dan dalam aturan coding yang direkomendasikan hanya boleh digunakan satu per halaman. Bila berbicara mengenai homepage, archive page atau search result, maka sangat baik bila kita optimasi halaman-halaman ini sesuai dengan keyword utama, maka dari itu tag H1 diperlukan.
Tetapi bagaimana dengan halaman-halaman single post? Ketika kita menampilkan single post, kita menginginkan untuk mengoptimasi halaman-halaman tersebut sesuai dengan isi kontennya, bukan seluruh keyword utama dari blog. Disinilah kenapa H1 seharusnnya dihilangkan dari file header.php, dan sebaiknya menggunakan H2 pada judul blog, agar dapat lebih terlihat dan dapat lebih mewakili keyword yang ingin dioptimalkan pada spider search engine.
Bagaimana caranya untuk melakukan itu? Pertama kita butuh menambahkan beberapa conditional tags dalam header.
Cari kode-kode yang telah gue perlihatkan di atas dan ganti dengan kode berikut:
<?php if(is_single() OR is_page()) {
// On single post pages and static pages we use this code
?>
<h2><a href="<?php echo get_option('home'); ?>/"><?php bloginfo('name'); ?></a></h2>
<div class="description"><?php bloginfo('description'); ?></div>
<?php }
else {
// On home page and archive style pages we use this code
?>
<h1><a href="<?php echo get_option('home'); ?>/"><?php bloginfo('name'); ?></a></h1>
<div class="description"><?php bloginfo('description'); ?></div>
<?php } ?>
Dengan menggunakan beberapa conditional tags WordPress kita bisa mengatur untuk membatasi penggunaan dari tag HTML H1 kepada seluruh style halaman arsip (termasuk homepage).
Berikutnya, kita berpindah kepada single posts dan static pages untuk melanjutkan optimasi kita.
Mengoptimasi Single Posts dan Static Pages
Setelah kita melakukan sedikit perubahan pada file header, kita perlu melakukan sedikit modifikasi pada file single.php dan page.php dalam rangka membuat judulnya lebih search engine friendly.
Buka file single.php dan cari baris kode berikut:
<h2><a href="<?php echo get_permalink() ?>" rel="bookmark"
title="Permanent Link: <?php the_title_attribute(); ?>"><?php the_title(); ?></a></h2>
Ingat bahwa kita hanya boleh menggunakan tag <h1> sekali per file, yaitu untuk judul/frase terpenting. Tag <h1> pada single post dan static pages dalam header.php sudah dirubah, sekarang yang perlu kita lakukan adalah merubah <h2> dan </h2> dengan <h1> dan </h1>, seperti ini:
<h1><a href="<?php echo get_permalink() ?>" rel="bookmark"
title="Permanent Link: <?php the_title_attribute(); ?>"><?php the_title(); ?></a></h1>
Sekarang frase terpenting pada halaman single post adalah judul postingan, seperti yang sudah seharusnya! Kebanyakan theme tidak disetting dengan tipe pemisahan bagian terpenting heading dan dengan mengikuti panduan ini loe akan bisa memperbaiki permasalahan ini tanpa mengalami sedikit pun permasalahan.
Apabila theme yang loe gunakan engga punya template page.php, loe bisa membuatnya dengan meng-copy isi single.php dan memberikan nama page.php. Jika loe tidak melakukan clone, maka index.php akan digunakan untuk menampilkan halaman statis, yang artinya loe akan menampilkan judul halaman dengan menggunakan tag <h2> bukannya <h1>.
Pertimbangkan Untuk Menggunakan Subheading pada Postingan Loe
Untuk Peningkatan SEO selanjutnya, loe harus mempertimbangkan penggunaan subheading yang relevan di dalam postingan untuk memperjelas berbagai bagian dari struktur postingan loe. Tulis artikel loe dan ketika selesai, ganti mode tampilan kepada HTML view dan tambahkan tag <h2> dan </h2> pada setiap subheading, seperti ini:
<h2>Ini adalah Subheading</h2>
Kesimpulan
Umumnya, judul adalah link terpenting dalam blog. Melalui judul, pengunjung dan spider melakukan navigasi ke seluruh konten loe. Gunakan bagian tersebut secara efisien dan teliti. Jika loe punya pertanyaan dan saran serta kritik, jangan sungkan untuk menuliskannya pada kolom komentar di bawah.
Dan kunjungi lagi blog ini untuk mendiskusikan Tips-tips SEO berikutnya.
Technorati Tags: blog, seo tips, blog seo tips, seo, template, theme, tips, titles, judul, wordpress
Posted by blogi |
29 Comments »